Minggu, 29 Desember 2013

SANDAL


Sandal ? Iya sandal. Itu loh yang pedes bangett itu, yang bikinnya dari cabe tapi bukan cabe cabean *itu sambel woey.


Ehem, kalo kata Om Wiki sih Sandal atau sendal adalah salah satu model alas kaki yang terbuka pada bagian jari kaki atau tumit pemakainya. Bagian alas (sol) dihubungkan dengan tali atau sabuk yang berfungsi sebagai penjepit (penahan) di bagian jari, punggung kaki, atau pergelangan kaki agar sandal tidak terlepas dari kaki pemakainya. Sandal dengan penutup di bagian punggung dan jemari, tetapi terbuka di bagian tumit dan pergelangan kaki disebut selop.


Sandal jepit atau sandal jepang adalah sandal berwarna-warni berbahan karet atau plastik. Tali penjepit berbentuk huruf "v" menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang sandal. Sandal dari ban bekas disebut sandal bandol (kependekan dari banbodhol atau ban bekas) sedangkan sandal yang mirip sepatu disebut sepatu sandal atau sandal gunung.


Itu loh yang dipake di kaki. Ada sandal jepit, sandal selop, sandal gunung, sandal bagus, sandal jelek. Tahu, kan? *iye iye udah tahu.


Eh tapi jangan salah, biar jelek tapi sandal itu selalu disiptakan berpasang pasangan. Dan kalo dilihat - liat pasangannya itu hampir sama. Ya cuma beda kanan sama kiri doang. Sama lah kayak manusia yang ditakdirin berpasang - pasangan dan dari jenisnya (sama) hanya bedanya cowok sama cewek, laki - laki dan perempuan. Nah, kalo sandal jepit buluk jelek aja ada pasangannya apalagi kita? Maka dari itu wahai para single bersabarlah, dan bagi para jomblo janganlah menyerah. .......eh nape jadi ginian bahasnya?*oke.lupakan

Ini sebuah kisah tentang sandal biru unyu - unyu milik saya sebenarnya. Beberpa minggu yang lalu saya nggak punya sandal sama sekali. Satu - satunya sandal jepit yang ada di SKI (kontrakan saya) hilang dibawa orang. Padahal itu sandal terjelek yang saya bawa ke masjid Kampus. Tapi herannya masih aja ada yang ngembat. Ajiibbb.

Karena merasa malang sedunia, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sandal jepit anti selip di warung dekat kontrakan. Saya kira agak sedikit susah menemukan toko yangg menjual sendal, tapi dengan sedikit perjuangan yang lebih semua ga ada yang ga mungkin kok. Banyak jalan menuju Roma, Tuntutlah ilmu sampe ke Negeri Cina. Semoga sandal jepit selalu setia. Dan akhirnya pasangan sendal jepit hidup bersama bahagia selama - lamanya. *Prett

Akhirnya saya menemukan sebuah toko yang menjual sendal jepit. Setelah bertanya - tanya sebentar akhirnya saya mencoba jepit jepit yang ada. Emang sih stoknya cuma ada 3 ukuran dan 2 warna aja, ijo sama biru. Yah dengan pilihan yang ada itu akhirnya saya memilih yang biru ukuran 10. Lumayanlah, dan mulai saat itu saya jatuh cinta dengan sandal biru saya. Dan kita hidup ....*cut cut cut

Hari demi hari saya lewati dengan sandal jepit tersayang (karena emang punyanya itu doang sih hehe). Ke kampus, ke warung, ke mushola dan bahkan sampe yang paling ekstrim adalah saya membawanya ke masjid saat sholat Jum'at. Kenapa saya bilang ekstrim,? Ya karena saya kira itu adalah tempat paling menyeramkan dan sekaligus apling elit buat sendal jepit macam punya saya itu. Bayangin aja, sendal jepit saya harus bertarung gengsi dengan sandal - sandal lain yang jauh lebih bagus dan mewah. Walaupun memang yang kayak begitu itu sandal sandal yang malah rawan berpindah kaki dengan sengaja.

Tapi tak mengapa, saya yakin dengan se yakin yakinnya bahwa sandal jepit saya bisa bertahan.

Sholat jum'at di mulai, saya duduk di bagian agak dalam di ruang utama. Setelah sholat sunnah saya duduk manis mendengarkan khutbah. Tidak ada pilihan lain selain khusyuk mendengarkan khutbah kawan. Dan kau akan mendpati betapa singkatnya sebuah nikmat khutbah jum'at yang di dengarkan dengan khusyuk. *lo tidur woey kemaren. Dafug

Saatnya perjumpaan saya dengan sandal jepit kesayangan ((karena emang punyanya itu doang sih hehe). Setelah zikir dan sholat sunnah setelah sholat jum'at 2 rakaat saya menuju tempat sandal saya berada. Dan dia ga ada. Iya DIA GA ADA. Sendal jepit saya ga ada ditempatnya. Saya kenal banget sama sendal jepit saya yang biru dan masih ada corak putihnya. Tapi disitu ga ada. Pikiran saya melayang.

Mungkin sendal saya sekarang sedang berontak karena ditawan sama perompak perompak. Atau sedang kesulitan bernafas karena di sekap dalam sel atau di sekap di rungan yang gelap. Sambil di tanya - tanyain, " Siapa majikanmu? " Plis sandal bilang saja, jangan sampe mereka mebunuhmu, sandal. Dan si sandal dengan wajah sayunya berucap lirih, " Tidak akan kuserahkan jiwa dan ragaku untukmu wahai penjahat. Kau hanya inginkan tubuhku saja kan. Cuih" dia meludah. Ah, lupakan. Sandal mana bisa meludah.

Disitu memang ada satu pasang sandal warna biru, sudah agak buluk dan ada bekas bakarnya. Tapi tetap saja itu bukan sandal biru saya. Yang saya nggak habis pikir, kenapa banyak sekali sandal sandal lain yang ngejreng tapi justru sandal saya yang jadi sasaran. Ah, memang nasib. Andai saja sandal biru itu bisa saya bawa.

Saya akhirnya pulang.........>>dengan sandal biru berbekas luka tadi. hehe

Dan sandal biru berbekas luka itu kini menggantikan posisi sandal biru saya. Hari demi hari berganti dan hanya sandal itu yang kini ada. Sebagai sandal yang fleksibel dan anti selip, memang sandal saya ini sering hilang entah siapa yang memakai. Ya paling juga teman - teman kontrakan. Sampai suatu hari saya dapati sandal biru berbekas luka itu ga ada di tempatnya. Yang ada hanya 2 pasang sandal biru yang satu agak buluk yang satu pasang lagi masih jreng. Jangan - jangan ini pasangan gelap sandal berbekas luka. Eh tapi kenapa dia nya ga pulang. Ah mungkin mereka berantem dan ...ya akhinya...akhirnya...

Ah dunia sandal begitu rumit untuk dipahami.

Dan akhirnya saya pakai saja sandal jepit biru yang masih bercorak putih itu sampai sekarang. Karena yang ini lebih mirip dengan sandal tersayang (karena emang punyanya itu doang sih hehe) saya. Kalopun nantinya sandal saya harus ketuker lagi sama punya orang, saya sudah ikhlas lahir batin. Karena sendal ini telah mengajarkan 3 hal penting :

1. Cintailah sesuatu sekedarnya saja. Siapa tahu ia akan tiba - tiba meninggalkanmu.*ciyeeeeee. prikitiuw

2. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. *ya cari sendiri aja deh ya, hubungannya.

3. Ambil yang baik Tinggalkan yang buruk! *Mutlak

- Terima Kasih Sandal BIRU ku tersayang, dimanapun engkau kini berada -

nb: kalo ada yang ketemu sama dia, tolong sampein salam kangen saya ya. Peluk cium :* >>*hueks hueks
x

Happy B'day Zakir

This is Sunday...hari bahagia dongg. Kayak hariku sekarang. Kenpa eh kenapa gerangan?
*rahasia dongg.
*Ah lupakan...

Jadi pagi ini akhirnya saya bisa posting lagi. Eh maksudnya posting untuk yang pertama kali di Zakir sini. Dan untuk yang postingan yang pertama ini saya mau mengucapkan happy b'day, buat siaapa? Pacar? Kawan? Sahabat? Saudara? Ade ade an? adek beneran? BIG NO

Ya buat ZAKIR lah. 



*eh emang zakir siapa lo bro? Jangan jangan lo ternyata Maho?

*Fu##<<


Jadi Zakir itu bukan nama,eh tapi nama juga ding. Dan ucapan selamat ini buat zakir siblog. Kan ceritanya baru 2 hari yang lalu si zakir dilahirkan dari perut ibunya. Walaupun sampai saat ini saya dan zakir masih tetap bingung memilihkan mama buat si zakir. *ah payah.

Saya tentu bahagia sekali dengan kelahiran zakir ini. Karena secara resmi zakir dibuat dengan e mail baru saya juga yang pake nama asli (camera zoom in, back sound jeng jeng jeng). Sekali lagi..email YANG PAKE NAMA ASLI (camera zoom in, back sound jeng jeng jeng). Sekali lagi....email Y4nG PaK3 n4Ma AsL1...*ok stop!


Yah paling enggak akhirnya saya punya tempat curhat baru dan tempat berbagi baru, yang mungkin bisa berumur lebih lama ketimbang 2 blog saya si Electra dan Si GenX. Namun semuanya berubah setelah Negara Api Menyerang.*woeyy....cut cut


Diawal hari kelahirannya Zakir sudah mengalami godaan dan ancaman kehidupan yang sangat nyata. Setiap kali saya login dan menuju ke dash board pasti ada aja iklan yang ikut muncul. Dan yang parahnya lagi itu iklan kagak bisa di close. Otomatis semua pilihan di halaman dashboard itu ketutuplah. Tambah parah lagi saat ke kolom Post. Masak pas saya mau ngetik buat post, eh kolom pos nya ga ada gara – gara ketutup sama tuh iklan liar. Dan satu satunya yang muncul cuma kolom judul.Hahh.

Tanpa pikir panjang akhirnya saya tanya kepada empunya. Dan usut- punya usut ternyata ada sesutu yang ga sengaja saya download di browser trus menginfeksinya dengan iklan itu. Maafkan saya ya Zakir. Harus segera ditangani!


Dan triknya cukup mudah ternyata. Buat kamu yang memang mempunyai trouble yang sama cukup masuk ada ke add On atau ke Extension di menu pilihan setting di browser. Nah non-aktifin dah tuh adds on yang asing – asing dan aneh – aneh yang ga kita kenal itu. Hasilnya tradaaa.....

Berkat resep dari Tabib M. Adam akhornya Zakir bisa sembuh kembali, bisa makan kembali (post maksudnya), dan ya bisa silahkan dilihat lagi. Dan akhirnya jangan lupa ya kaih selamat juga buat hari kelahiran Zakir. Tepatnya tanggal 25 Desember 2013. Buat yang mau kirim hadiah ulang tahun atau hadiah natal atau hadiah hari ibu buat ibunya Zakir yang walaupun memang belum diketemukan secara pasti gak papa deh, kirim aja ke alamat dan kontak di nomer di bawah ini.

Link Tegal Wangi Rejani rt.02/rw.02 no. 101B, Cilegon, Banten.*asli.ini.loh





Kue coklat : Selamat Makan Berbahasa Jepang

Hari ini minggu dan menjelang UAS yng sempat diundur.
Saya baru mandi menjelang Dhuhur, emm ya bener menjelang dhuhur.
Setelah sholat dhuhur saya tertidur.

Setelah saya tidur, saya.......*iya itu! #apaan.?

Saya siang ini pergi ke Kantor Karesidenan Kota Pekalongan. Tepatnya ke arah Timur dari Pusat Kota Pekalongan. Oke saya sebenarnya juga heran setengah mati kenapa arahnya jadi ke Timur dari Pusat Kota, padahal selama ini kantor Karesidenan Kota Pekalongan itu ya di belakang SMA Negeri 3 Pekalongan dan itu bisadi bilang di pusat Kota. Walaupun memang agak ke Utara, bukan ke timur. *lanjut!

Oke ... dan ternyata ga sampe disitu aja. Saya kesana bersama teman – teman dari CILEGON. Etdah ini kenapa tiba – tiba orang – orang ini pada ada disini sih. Dan naik sepeda pula, saya yang di gayor (tuti/tumpuk tiga). Kalo saran saya sih g usah deh dibayangin gimana jadinya sepeda dinaikin tumpuk tiga gitu. Hehe

Berangkatlah kami ber....emmm....ber 7, ya kalo seingat saya sih ber 7. Menaiki sepeda menjelajah lembah dan sungai *ceilee. Walaupun aslinya sih Cuma lewatin jalan yang samping – sampingnya semuanya lahan persawahan. Nah kalo yang ini emang sesuai dengan jalan benerannya. Dannnnn ini juga aneh, masak semua swhnya digenangi air yang mengalir. Buanyak banget, sampe jalannya juga mau kerendem. Tapi apapun yang terjadi karena kami adalah pejantan tangguh yang memang super tangguh kami mnerjangnya.

Tak berapa lama sampe juga di gedung karesidenan. Pertama kali yang kami lihat seampainy si gedung adalah bapak – bapak lagi motoin orang pake kamera yang jadullll banget. Yang kotangnya aja kayak kotak sulap, beneran. Yaudah kita parkirin kendaraan dan mampir dulu di warung yang ada di seberang jalan depan Gedung Karesidenan.

Jajan jajan dulu sambil menunggu sang bpak tadi berfoto ria. Diantara kami ada yang jajan ini itu, banyak pokoknya. Ya jajan – jajan yang ringan aja, namanya juga pengen nyemil. Ada juga sih salah satu jajanan yang di bungkus pake kotak, cantik dan kaykanya sih mahal. Awalnya kami ga ada yang minat tuh beli itu jajan. Karena tertarik bungkusnya akhirnya saya buka satu. Dan isinya ternayat kue coklat yang yummy banget kayaknya.

Di bungkusnya ada tulisan Jepang lalu ada bacaannya juga di bawahnya. Bacanya “ Yoku Irasshaimhasita Shiken”. *bukan itu kali? Eh beneran kok, itu. Wong sampe saya baca berkali –kali kalo mbacanya itu. Tapi ya emang bacanya itu, bukan lainnya. Dan distunya juga ada translate nya yaitu “ Selamat Menikmati”.

*kok Yakin banget itu mbacanya?
Yaa, karena itu tulisan yang saya tulis dan saya tempel di pintu masuk kamar saya. Persis sama jiplek, kecuali bagian “ Sealamat manikmati” itu. Dan tahu ga kaloo yang saya tulis di pintu itu “ Yoku Irasshaimashita shiken” itu artinya “ Selamat Datang Ujian”. Ini kenapa jadi selamat menikmati?

Hah apapun yang terjadi akhirnya kami membungnya satu – satu. Iya itu kuenya, kami bawa satu – satu, dan langsung saja ke Gedung Karesidenan. Kayaknya mah udah rampung deh Bapak – bapak tadi.
*lah ga di bayar ? eh, bukan ga dibayar kok. Tapi “BELUM” di bayar. Ya lagian bapak warungnya ga ada sih.
*terus di Karesidenan ngapain? Yo mboh, ga tahu. Wong abis itu sayanya bangun, kok. Hahaha
*jadi itu miimpi ? Bukan, itu cerita mimpi saya.

*ah pokoknya itu! Yo Karepmu lah haha.