Sandal ? Iya sandal. Itu loh yang pedes bangett itu, yang bikinnya dari cabe tapi bukan cabe cabean *itu sambel woey.
Ehem, kalo kata Om Wiki sih Sandal atau sendal adalah salah satu model alas kaki yang terbuka pada bagian jari kaki atau tumit pemakainya. Bagian alas (sol) dihubungkan dengan tali atau sabuk yang berfungsi sebagai penjepit (penahan) di bagian jari, punggung kaki, atau pergelangan kaki agar sandal tidak terlepas dari kaki pemakainya. Sandal dengan penutup di bagian punggung dan jemari, tetapi terbuka di bagian tumit dan pergelangan kaki disebut selop.
Sandal jepit atau sandal jepang adalah sandal berwarna-warni berbahan karet atau plastik. Tali penjepit berbentuk huruf "v" menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang sandal. Sandal dari ban bekas disebut sandal bandol (kependekan dari banbodhol atau ban bekas) sedangkan sandal yang mirip sepatu disebut sepatu sandal atau sandal gunung.
Itu loh yang dipake di kaki. Ada sandal jepit, sandal selop, sandal gunung, sandal bagus, sandal jelek. Tahu, kan? *iye iye udah tahu.
Eh tapi jangan salah, biar jelek tapi sandal itu selalu disiptakan berpasang pasangan. Dan kalo dilihat - liat pasangannya itu hampir sama. Ya cuma beda kanan sama kiri doang. Sama lah kayak manusia yang ditakdirin berpasang - pasangan dan dari jenisnya (sama) hanya bedanya cowok sama cewek, laki - laki dan perempuan. Nah, kalo sandal jepit buluk jelek aja ada pasangannya apalagi kita? Maka dari itu wahai para single bersabarlah, dan bagi para jomblo janganlah menyerah. .......eh nape jadi ginian bahasnya?*oke.lupakan
Ini sebuah kisah tentang sandal biru unyu - unyu milik saya sebenarnya. Beberpa minggu yang lalu saya nggak punya sandal sama sekali. Satu - satunya sandal jepit yang ada di SKI (kontrakan saya) hilang dibawa orang. Padahal itu sandal terjelek yang saya bawa ke masjid Kampus. Tapi herannya masih aja ada yang ngembat. Ajiibbb.
Karena merasa malang sedunia, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sandal jepit anti selip di warung dekat kontrakan. Saya kira agak sedikit susah menemukan toko yangg menjual sendal, tapi dengan sedikit perjuangan yang lebih semua ga ada yang ga mungkin kok. Banyak jalan menuju Roma, Tuntutlah ilmu sampe ke Negeri Cina. Semoga sandal jepit selalu setia. Dan akhirnya pasangan sendal jepit hidup bersama bahagia selama - lamanya. *Prett
Akhirnya saya menemukan sebuah toko yang menjual sendal jepit. Setelah bertanya - tanya sebentar akhirnya saya mencoba jepit jepit yang ada. Emang sih stoknya cuma ada 3 ukuran dan 2 warna aja, ijo sama biru. Yah dengan pilihan yang ada itu akhirnya saya memilih yang biru ukuran 10. Lumayanlah, dan mulai saat itu saya jatuh cinta dengan sandal biru saya. Dan kita hidup ....*cut cut cut
Hari demi hari saya lewati dengan sandal jepit tersayang (karena emang punyanya itu doang sih hehe). Ke kampus, ke warung, ke mushola dan bahkan sampe yang paling ekstrim adalah saya membawanya ke masjid saat sholat Jum'at. Kenapa saya bilang ekstrim,? Ya karena saya kira itu adalah tempat paling menyeramkan dan sekaligus apling elit buat sendal jepit macam punya saya itu. Bayangin aja, sendal jepit saya harus bertarung gengsi dengan sandal - sandal lain yang jauh lebih bagus dan mewah. Walaupun memang yang kayak begitu itu sandal sandal yang malah rawan berpindah kaki dengan sengaja.
Tapi tak mengapa, saya yakin dengan se yakin yakinnya bahwa sandal jepit saya bisa bertahan.
Sholat jum'at di mulai, saya duduk di bagian agak dalam di ruang utama. Setelah sholat sunnah saya duduk manis mendengarkan khutbah. Tidak ada pilihan lain selain khusyuk mendengarkan khutbah kawan. Dan kau akan mendpati betapa singkatnya sebuah nikmat khutbah jum'at yang di dengarkan dengan khusyuk. *lo tidur woey kemaren. Dafug
Saatnya perjumpaan saya dengan sandal jepit kesayangan ((karena emang punyanya itu doang sih hehe). Setelah zikir dan sholat sunnah setelah sholat jum'at 2 rakaat saya menuju tempat sandal saya berada. Dan dia ga ada. Iya DIA GA ADA. Sendal jepit saya ga ada ditempatnya. Saya kenal banget sama sendal jepit saya yang biru dan masih ada corak putihnya. Tapi disitu ga ada. Pikiran saya melayang.
Mungkin sendal saya sekarang sedang berontak karena ditawan sama perompak perompak. Atau sedang kesulitan bernafas karena di sekap dalam sel atau di sekap di rungan yang gelap. Sambil di tanya - tanyain, " Siapa majikanmu? " Plis sandal bilang saja, jangan sampe mereka mebunuhmu, sandal. Dan si sandal dengan wajah sayunya berucap lirih, " Tidak akan kuserahkan jiwa dan ragaku untukmu wahai penjahat. Kau hanya inginkan tubuhku saja kan. Cuih" dia meludah. Ah, lupakan. Sandal mana bisa meludah.
Disitu memang ada satu pasang sandal warna biru, sudah agak buluk dan ada bekas bakarnya. Tapi tetap saja itu bukan sandal biru saya. Yang saya nggak habis pikir, kenapa banyak sekali sandal sandal lain yang ngejreng tapi justru sandal saya yang jadi sasaran. Ah, memang nasib. Andai saja sandal biru itu bisa saya bawa.
Saya akhirnya pulang.........>>dengan sandal biru berbekas luka tadi. hehe
Dan sandal biru berbekas luka itu kini menggantikan posisi sandal biru saya. Hari demi hari berganti dan hanya sandal itu yang kini ada. Sebagai sandal yang fleksibel dan anti selip, memang sandal saya ini sering hilang entah siapa yang memakai. Ya paling juga teman - teman kontrakan. Sampai suatu hari saya dapati sandal biru berbekas luka itu ga ada di tempatnya. Yang ada hanya 2 pasang sandal biru yang satu agak buluk yang satu pasang lagi masih jreng. Jangan - jangan ini pasangan gelap sandal berbekas luka. Eh tapi kenapa dia nya ga pulang. Ah mungkin mereka berantem dan ...ya akhinya...akhirnya...
Ah dunia sandal begitu rumit untuk dipahami.
Dan akhirnya saya pakai saja sandal jepit biru yang masih bercorak putih itu sampai sekarang. Karena yang ini lebih mirip dengan sandal tersayang (karena emang punyanya itu doang sih hehe) saya. Kalopun nantinya sandal saya harus ketuker lagi sama punya orang, saya sudah ikhlas lahir batin. Karena sendal ini telah mengajarkan 3 hal penting :
1. Cintailah sesuatu sekedarnya saja. Siapa tahu ia akan tiba - tiba meninggalkanmu.*ciyeeeeee. prikitiuw
2. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. *ya cari sendiri aja deh ya, hubungannya.
3. Ambil yang baik Tinggalkan yang buruk! *Mutlak
- Terima Kasih Sandal BIRU ku tersayang, dimanapun engkau kini berada -
nb: kalo ada yang ketemu sama dia, tolong sampein salam kangen saya ya. Peluk cium :* >>*hueks hueks
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar