Tanggal 1 Janusri 2014, tahun barumu ngopo, Rek?
Nah loh, kanapa nih ? Karena rasa penasaran saya yang tinggi
akhirnya saya tanya – tanya via sms. Dan jawaban pertamanya seperti biasa,
“ Masih ada masalah
kok, mi. Sedih banget, tapi yasudahlah. Tunggu waktu buat nyelesainnya.”
Bukan Imam Chartego kalo menyerah begitu saja. Jadilah saya
mencing – mancing biar di cerita. Dan klu kedua pun terlontar.
“ Ga kog,
masalahkusendiri. Bingung juga gimana mau selesaiin”
Nah kalo udah gini dan dia ga mau cerita, sih saya ga bisa
apa – apa lagi. Awalnya memang saya kira ini bukan masalah dia sendiri. Ya
dengan segala hormat akhirnya merelakan untuk tidak tahu cerita aslinya. Tapi
(lagi) bukan berarti yasudahlah. Saya akhirnya mengasumsikan masalahnya pada
sesuatu hal. Nah karena dia bilang susah memeilih antara hati dan logika saya
arahkan saja kesitu (asmara), walaupun saya juga berharap bukan itu haha.
Memang agak susah menganalisa sesuatu tanpa tahu hal yang sebenarnya. Apalagi
sama teman saya yang satu ini, sering banget saya salah menebak. Ya walaupun
begitu Akhirnya ya aku lempar pernyataan lagi
“ .....Berarti mungkin
kuncinya adalah ‘ apa yang paling kamu pengen in, va’ ”
“ Hmmm, ketika yang
aku inginkan tak lagi penting. “ katanya.
Banyak dari kita sebenarnya sudah memilih cara berpikir
sejak lama. Misalnya, teman saya yang satu ini. kalau menurut pandangan saya,
dia sudah lama berpikir dengan mengutamakan logikanya ketimbang mengikuti
perasaan atau kata hatinya. Hanya saja sebagian lain nerima gitu aja dan gak
pernah lagi risau, sedang yang lain menerima tapi masih saja merisaukan
keinginan di hati kecilnya. Apalagi kalau ternyata memang apa yang kita
pengenin bener-bener secara logis ga nyampe, atau secara logis mungkin saja
yang satunya tapi ga sesuai sama hati. Apa yang ingin saya bilang intinya
adalah ketika hati dan logika kita ga sinkron.
Kalau kita sedang bicara dengan trainer maka yang akan
beliua (trainer) ini katakan mungkin , “ Anda harus mengutamakan apa yang benar
– benar anda inginkan. Maka dunia akan mendukung anda.” Ya itu itulah kenapa
banyak akhirnya yang mati – matian membela apa yang mereka inginkan walaupun --
lagi – lagi mengutip kata – kata dari teman saya – memang segala yang di bela –
belain pasti lebay alias berlebihan.
Ini bukan berarti apa yang muncul dari hati atau perasaan
selalu harus dituruti. Tapi karena teman saya ini kebetulan sedang bicara
dengan saya maka saya juga bicara bahwa tidak semua yang muncul dari perasaan
dapat di dahulukan. Pertimbangan logis kadang lebih sesuai untuk diikuti bahkan
dalam masalah asmara sekalipun.
Dulu sewaktu SMA saya benar – benar memandang bahwa orang –
orang yang berjuang dengan cintanya itu adalah orang – orang yang paling ga
masuk akal buat saya. Begaimana tidak, mereka (yang biasanya cewek) mati –
matian mencintai orang terkasihhnya walupun sering ditinggal, walaupun sudah
disakiti berkali kali, walaupun lingkungannya menentang. Kalau kata mereka mah
“ udah terlanjur sayang.” Nah loh, jadi ga masuk akal sungguh. Ya walaupun memang
sebagian lainnya lagi berpikir, ngapain juga memepertahankan cinta yang bikin
sakit berkali – kali. Yang lain masih banyak kok.
Teman saya ini secara tidak langsung sudah memilih
mengutamakan logikanya ketimbang apa yang muncul dari perasaannya. Ya jadi saya
katakan saja ke dia, “ Orang – orang yang
memilih berpikir dengan logikanya pasti mengesampingkan perasaannya, dan mereka
yang memilih hatinya toh akhirnya memilihh merubah cara pandang dan logikanya”
Saya bukan trainer, jadi saya juga ga tahu menahu
mengarahkan masalahnya ke tempat yang benar. Apa yang ingin saya katakan pada
dia adalah apa yang sebenarnya ingin dia dengar. Ini terbukti dari kata –
katanya sejanjutnya.
“ ya jadi aku harus
setuju dengan logika ku, karena yang aku inginkan ada dalam hatiku”
“ okelah mi makasih,
ya”
Nah loh, kan langsung
setuju dianya. Jadi kesimpulannya adalah, kalo ada yang bilang ke kalian
tentang ini, jujur saja susah kalo ga tahu masalah aslinya. Ini juga saya ga
yakin kalo yang say saranin ke dia itu bener dan sesuai. Tapi toh dia setuju,
karena memang orang – orang seperti ini tidak benar – benar khawatir atau
bingung dengan apa yang dia pilih, tapi hanya butuh keyakinan saja. Ya cara
terbaik meyakinkan seseorang adalah dengan memandang dari sudut pandang nya juga.
Kalo boleh saya katakan sesuatu buat teman saya, “ mba,
apapun yang kamu inginkan tolong jangan sampai hilang. Simpan sajalah
sementara. Sekarang mungkin kamu memilih secara logis tapi yakinlah nanti
ketika pertimbangan logis sudah tidak memberatkanmu, keinginan itu masih
mungkin masih bisa dituruti. Tentunya tanpa harus memilih dan membenturkannya
dengan pertimbangan logis.”
presented To : mb Zulfa Faiqoh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar